Jurnal IDN – Irish Bella melalui rumah produksi HAS Picture dan HAS Creative memproduseri film horor terbaru, Dosa: Penebusan atau Pengampunan. Film tersebut bakal tayang di bioskop mulai 11 Juni 2026 mendatang.
Disutradatai Sondang Pratama, film Dosa menghadirkan teror psikologis dengan balutan drama keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Trailer resmi film Dosa: Penebusan atau Pengampunan dirilis perdana pada Sabtu (9/5).
Trailer dibuka dengan konflik antara menantu dan mertua yang perlahan berkembang menjadi kisah penuh misteri dan ketegangan. Nuansa gelap yang ditampilkan sejak awal memberi gambaran tentang horor psikologis yang menjadi kekuatan utama film ini.
“Jadi pastinya di sini kita nggak ada yang setengah-setengah. Semuanya ini kita bener-bener dengan hati mengerjakannya. Ini bukan hanya film horor biasa. Ini adalah film
yang berbeda, jadi all in one package,” ungkap Irish Bella di peluncuran trailer film Dosa: Penebusan atau Pengampunan, XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2026).

“Ada dramanya ada, horor, slasher, gore,
semuanya ada gitu. Dan ini bukan hanya sebuah film yang menakut-nakuti aja, yang
kita nonton terus dapat experience menegangkan, tidak. Ini jauh lebih kompleks.
Ada pesan berat yang mau kita sampaikan di sini,” tambah Irish Bella.
Sondang Pratama menyebut, konflik keluarga sengaja dipilih sebagai pintu masuk cerita agar penonton lebih mudah terhubung secara emosional.
“Itu sebabnya trailer ini dibuka dengan drama yang sangat familiar di masyarakat, antara mertua dan menantu. Karena secara psikologis konflik itu mudah dipahami penonton,” jelas Sondang Pratama.
Dosa: Penebusan atau Pengampunan dibintangi Ratu Sofya, Riza Irsyadillah, Revaldo Fifaldi Surya Permana, Jennifer Eve, hingga Dominique Sanda.
Film ini mengisahkan pasangan suami istri, Bima dan Ersya, yang tetap memutuskan pergi ke luar kota meski sudah diperingatkan oleh ibu Bima, Nungki, yang merasa memiliki firasat buruk.
Situasi berubah menjadi mimpi buruk setelah mereka mengalami kecelakaan di wilayah perbukitan akibat berpapasan dengan truk yang dikendarai Nanang, sosok sopir ugal-ugalan yang kemudian ikut terlibat dalam rentetan teror berikutnya.

Dalam kondisi terluka, Bima dan Ersya terpaksa menginap di hotel tua misterius yang dijaga resepsionis bernama Sheren. Alih-alih menemukan pertolongan, mereka justru diteror berbagai kejadian aneh yang perlahan mengungkap dosa masa lalu.
Film ini tidak hanya menawarkan jumpscare, tetapi juga permainan psikologis yang mengaburkan batas antara realitas dan mimpi buruk. Semakin Bima mencoba menyelamatkan istrinya, semakin banyak rahasia kelam yang terbuka.
Irish Bella berharap film Dosa: Penebusan agau Pengampunan bisa memberikan pengalaman berbeda bagi penonton sekaligus menjadi bahan refleksi tentang kehidupan.
“Saya berharap Dosa bisa membawa penonton merenungi dosa apa yang dilakukan dan bagaimana dampaknya. Karena setiap manusia tidak bisa luput dari dosa,” tutup Irish Bella.