Jurnal IDN – Badan Gizi Nasional (BGN) membuka akses pengaduan masyarakat melalui hotline SAGI 127 untuk memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dilakukan menyusul maraknya dugaan penipuan berkedok pengurusan hingga penjualan titik usulan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya mengatakan hotline tersebut disiapkan agar masyarakat lebih mudah melapor apabila menemukan indikasi praktik pungutan liar maupun oknum yang mencatut nama pejabat BGN atau pemerintah dalam proses pengajuan lokasi SPPG.

“Laporan masyarakat sangat penting agar dugaan praktik penipuan ini dapat segera ditindaklanjuti dan tidak menimbulkan korban lebih banyak,” ujar Sony Sonjaya.
Menurut Sony, masyarakat dapat memanfaatkan hotline SAGI 127 untuk menyampaikan berbagai informasi terkait dugaan penipuan, mulai dari bukti percakapan, dokumen, hingga tawaran jasa pengurusan atau percepatan verifikasi lokasi SPPG yang dilakukan secara tidak resmi.
BGN kembali menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan dan verifikasi lokasi dalam Program MBG berjalan sesuai mekanisme resmi tanpa pungutan biaya apa pun.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah tergiur dengan pihak-pihak yang menawarkan jalur cepat, bantuan kelulusan, maupun jasa pengurusan tertentu dengan imbalan uang.
“Apabila ada yang mengaku bisa mempermudah proses dengan meminta biaya atau mengatasnamakan pejabat tertentu, segera laporkan melalui hotline SAGI 127,” tegas Sony.
BGN juga memastikan setiap laporan yang masuk akan menjadi bagian dari koordinasi bersama aparat penegak hukum guna mendukung proses penelusuran dan penindakan terhadap dugaan tindak pidana terkait Program MBG.
Saat ini, sedikitnya tiga kasus dugaan penipuan terkait penjualan titik lokasi dan jasa pengurusan SPPG diketahui tengah diproses aparat penegak hukum di sejumlah daerah.
Melalui hotline SAGI 127, BGN berharap pengawasan Program Makan Bergizi Gratis dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat agar program strategis nasional tersebut tetap berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.