Jurnal IDN – Forum Jurnalis Ketahanan Pangan dan Gizi Indonesia (Jupnas Gizi) menyampaikan keprihatinan atas dinamika yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk pergantian pimpinan dan proses hukum yang melibatkan mantan pejabat lembaga tersebut.
Ketua Umum Jupnas Gizi, Rival Achmad Labbaika mengajak semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.
“Kami prihatin atas situasi yang sedang berkembang di Badan Gizi Nasional. Namun kami mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ujar Rival Achmad Labbaika dalam siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (3/6).
Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan tanpa hambatan.

“Pelayanan kepada masyarakat serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis harus tetap berjalan optimal dan tidak boleh terganggu oleh dinamika yang terjadi di tingkat pimpinan,” ungkap Rival.
Jupnas Gizi juga menyampaikan dukungan kepada Kepala BGN yang baru, Nanik Sudaryati Deyang, beserta jajaran pimpinan yang baru dilantik.
“Kami berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan akuntabilitas, memperluas manfaat program, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di bidang pangan dan gizi,” terang Rival Achmad Labbaika.
Jupnas Gizi menilai transisi kepemimpinan di BGN dapat menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan program prioritas pemerintah, termasuk MBG, percepatan penurunan stunting, dan peningkatan kualitas gizi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.