PT Duta Topkey Energi demokan drone pembersih insulator transmisi listrik demi tingkatkan efisiensi dan K3.
JAKARTA, Jurnalidn.com,- Pemanfaatan teknologi drone mulai membuka peluang baru dalam modernisasi pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan nasional. PT Duta Topkey Energi secara resmi mendemonstrasikan inovasi drone cleaning insulator. Teknologi ini dirancang untuk membersihkan insulator pada jaringan transmisi tenaga listrik. Selain itu, inovasi ini bertujuan untuk mendukung peningkatan keselamatan kerja serta efisiensi operasional secara menyeluruh.
Demonstrasi teknologi udara tersebut berlangsung pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan digelar pukul 09.00–12.00 WIB. Lokasi demonstrasi bertempat di lingkungan Unit External ULTG Yogyakarta, UPT Salatiga, Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Direktorat Transmisi.
Inovasi ini menjadi salah satu alternatif baru dalam pemeliharaan jaringan transmisi. Selama ini, pekerjaan pembersihan insulator kerap melibatkan tenaga kerja secara langsung di lokasi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, metode konvensional tersebut selalu menuntut penerapan prosedur keselamatan yang sangat ketat demi mengantisipasi risiko kecelakaan kerja fatal.
Melalui penerapan teknologi drone, PT Duta Topkey Energi berupaya menghadirkan metode pemeliharaan yang jauh lebih adaptif. Pendekatan ini berpotensi besar mengurangi paparan personel terhadap bahaya pekerjaan di ketinggian. Sebagai hasilnya, peluang peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam pemeliharaan infrastruktur kelistrikan semakin terbuka lebar.
Dukungan Penuh Manajemen dan Pemangku Kepentingan
Inovasi pemeliharaan listrik ini mendapat sambutan yang sangat positif dari Direktur Transmisi dan Perencanaan, Daniel Tampubolon. Ia menyambut baik gagasan pemanfaatan drone untuk mendukung pengembangan metode pemeliharaan jaringan transmisi tenaga listrik.
Dukungan tersebut menjadi dorongan kuat bagi PT Duta Topkey Energi. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi teknologi unggulan. Fokus utamanya adalah mengedepankan keselamatan kerja, efektivitas operasional, serta keandalan infrastruktur ketenagalistrikan.

Sebab, kebutuhan untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik dan keandalan jaringan semakin meningkat. Oleh sebab itu, inovasi teknologi pemeliharaan menjadi aspek penting dalam mendukung pengelolaan infrastruktur energi yang semakin modern.
Pemanfaatan drone diharapkan dapat menjadi alternatif yang sangat layak untuk dievaluasi lebih lanjut. Proses evaluasi ini tentu mempertimbangkan aspek teknis, standar keselamatan, serta kesesuaian penerapannya dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Komitmen PT Duta Topkey Energi untuk Sektor Energi
Direktur Utama PT Duta Topkey Energi, Novita Emilda, S.E., M.M., menegaskan peran strategis teknologi ini. Ia menyampaikan bahwa pengembangan drone cleaning insulator merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan. Tujuan utamanya adalah menghadirkan solusi teknologi bagi sektor energi, khususnya pemeliharaan yang lebih aman.
“Selama ini, pekerjaan pembersihan insulator pada jaringan transmisi dapat dilakukan secara manual dengan melibatkan tenaga manusia yang harus bekerja di ketinggian, sehingga memiliki risiko kecelakaan kerja. Melalui inovasi teknologi drone, kami ingin menghadirkan alternatif metode pemeliharaan yang dapat mengurangi paparan personel terhadap risiko tersebut, sekaligus mendukung pekerjaan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Novita.

Selain itu, ia menilai bahwa perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi industri ketenagalistrikan. Peluang ini digunakan untuk mengevaluasi serta memperbarui metode kerja harian, baik dalam kegiatan inspeksi maupun pemeliharaan jaringan transmisi.
Pemanfaatan drone tidak hanya berkaitan dengan penerapan perangkat teknologi baru semata. Namun, teknologi ini juga menjadi bagian nyata dari upaya mendorong transformasi digital dalam pengelolaan infrastruktur energi di Indonesia.
Pentingnya Evaluasi Teknis dan Kolaborasi Strategis
Meskipun menawarkan banyak keunggulan, penerapan teknologi baru ini tetap membutuhkan evaluasi teknis secara menyeluruh. Aspek keselamatan kerja, keandalan peralatan, kepatuhan terhadap standar, serta efektivitas pelaksanaan di lapangan menjadi faktor penentu utama sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas.
Novita menambahkan bahwa PT Duta Topkey Energi berharap pengembangan inovasi ini dapat berjalan sukses melalui sinergi. Perusahaan siap menjalin kerja sama erat dengan pihak PLN serta pemangku kepentingan terkait.
“Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan melalui evaluasi teknis, penerapan standar keselamatan yang berlaku, serta kolaborasi dengan PLN dan para pemangku kepentingan terkait,” katanya.
Memperkuat Transformasi Teknologi Sektor Energi
Sebagai perusahaan solusi teknis sektor energi, PT Duta Topkey Energi terus mendorong lahirnya inovasi yang relevan. Salah satu fokus utamanya adalah pemanfaatan teknologi udara untuk mendukung pemeliharaan jaringan transmisi listrik.
Demonstrasi drone cleaning insulator menjadi langkah awal perusahaan dalam memperkenalkan pendekatan pemeliharaan modern. Langkah ini sekaligus menjajaki potensi besar pemanfaatan teknologi udara dalam mendukung pekerjaan teknis ketenagalistrikan.
Ke depan, pengembangan teknologi semacam ini berpotensi memberikan nilai tambah yang besar. Keuntungan tersebut dapat terwujud apabila mampu meningkatkan keselamatan personel, memperbaiki efisiensi pekerjaan, dan tetap memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan.
Bagi PT Duta Topkey Energi, inovasi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan industri. Kolaborasi tersebut menjadi kunci utama dalam mendorong transformasi teknologi sektor energi nasional.
Dengan tetap menempatkan keselamatan kerja dan keandalan sistem sebagai prioritas utama, pemanfaatan drone diharapkan menjadi pilihan utama. Metode ini akan sangat adaptif terhadap tantangan industri di masa depan.
Spesifikasi Teknis Modifikasi Drone Pembersih
Direktur PT Duta Topkey Energi, Alex Xu, menjelaskan detail teknis perangkat tersebut. Drone yang digunakan telah mengalami modifikasi khusus untuk mendukung pekerjaan pembersihan insulator. Sebelumnya, teknologi drone serupa digunakan untuk kebutuhan sektor pertanian. Kemudian, tim teknis mengembangkan sistem pompa tambahan agar dapat berfungsi maksimal pada jaringan listrik.
Perangkat drone ini dilengkapi tabung berkapasitas 35 liter yang berisi cairan khusus pembersih insulator. Dukungan sistem penyemprotan bertekanan tinggi memungkinkan drone menjangkau area jaringan yang sulit diakses. Petugas tidak perlu lagi memanjat menara transmisi.
“Tabungnya 35 liter. Kapasitas itu dinilai paling sesuai karena drone menggunakan baterai. Kalau tabungnya terlalu besar, daya baterainya juga harus diperhitungkan,” jelas Alex.
Dalam operasionalnya, drone dapat terbang sekitar 30 menit secara nonstop. Setelah itu, drone akan kembali untuk penggantian tabung dan melanjutkan pekerjaan. Durasi terbang ini menjadi pertimbangan teknis penting dalam mengatur skema pembersihan di lapangan.
Alex juga menyebut teknologi ini berpotensi mendukung pekerjaan pemeliharaan gedung tinggi, seperti pembersihan kaca. Namun, pekerjaan pada jaringan transmisi listrik membutuhkan operator berkeahlian khusus karena risiko tinggi dan standar keselamatan yang sangat ketat.
Keunggulan Pemeliharaan Tanpa Pemadaman Listrik
Salah satu keunggulan utama dalam pengembangan drone pembersih insulator ini adalah kemampuan operasional tanpa pemadaman. Pekerjaan pembersihan berpotensi dilakukan tanpa harus menghentikan aliran listrik, sesuai dengan prosedur dan persyaratan teknis yang berlaku.
Alex mengatakan metode konvensional biasanya mengharuskan petugas memanjat menara. Selain itu, petugas harus menunggu jaringan dinonaktifkan terlebih dahulu. Namun, dengan teknologi drone, pembersihan berpotensi dilakukan ketika jaringan tetap beroperasi (online).
“Pakai drone, jaringan tetap bisa online. Jadi, listrik bisa terus berjalan dan tidak mengganggu kawasan maupun masyarakat,” kata Alex.
Meskipun demikian, penerapan metode ini tetap membutuhkan evaluasi teknis ketat serta pemenuhan standar keselamatan dari PLN. Aspek keandalan peralatan, karakteristik jaringan, kondisi lingkungan, serta kompetensi operator menjadi pertimbangan utama.
Prospek Penerapan Operasional di Masa Depan
Direktur Transmisi dan Perencanaan, Daniel Tampubolon, menyambut positif gagasan pemanfaatan drone untuk mendukung modernisasi pemeliharaan ini. Novita menyampaikan bahwa respons positif juga datang dari tim lapangan saat demonstrasi di Yogyakarta. Hasil uji coba tersebut telah dilaporkan kepada PLN pusat untuk ditindaklanjuti.
Namun, ia menegaskan bahwa teknologi ini masih berada dalam tahap evaluasi mendalam. Sebab, metode ini belum pernah diterapkan secara luas di Indonesia. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai jadwal implementasi maupun kontrak kerja sama komersial.
Meskipun demikian, Alex berharap penerapan teknologi ini dapat segera direalisasikan secara bertahap. Pihaknya menargetkan teknologi drone ini mulai diimplementasikan pada tahun 2027, dengan tetap mengikuti seluruh prosedur evaluasi dan keputusan resmi dari PLN.