Produk Halal Korea Serbu Bandung! Transaksi Tembus Rp300 Miliar di BIFHEX 2026
Jurnal IDN – Gelombang produk pangan pertanian halal asal Korea Selatan sukses memanaskan Kota Bandung.
Dalam ajang Bandung International Food & HoReCa Expo yang digelar pada 10–12 Februari 2026, Paviliun Korea mencatat nilai konsultasi bisnis fantastis sebesar USD 20,77 juta atau melampaui 207 persen dari target awal USD 10 juta.
Partisipasi ini digawangi oleh Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan Republik Korea bersama Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT).
Kehadiran mereka di pameran B2B terbesar di Jawa Barat yang kini memasuki tahun ke-11 menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar di wilayah dengan populasi sekitar 50 juta jiwa.
Sebanyak delapan perusahaan importir utama produk pangan Korea turut ambil bagian secara langsung. Hasilnya, tercapai 20 kontrak kerja sama dengan total nilai USD 15,6 juta.
Angka tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk halal Korea, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga mi instan.
Langkah ekspansi ini juga menjadi strategi antisipasi menjelang pemberlakuan wajib sertifikasi halal di Indonesia yang dijadwalkan berlaku penuh pada Oktober 2026. Status halal dinilai menjadi faktor krusial, khususnya di Jawa Barat yang mayoritas penduduknya Muslim.
Perwakilan Yogya Group, Agung, menyebut sertifikasi halal sangat menentukan keputusan pembelian konsumen.
“Sekitar 88 persen konsumen di Jawa Barat merupakan konsumen Muslim, sehingga status sertifikasi halal menjadi faktor penentu yang sangat penting dalam pembelian produk pangan,” ujar Agung dalam siaran pers yang diterima wartawan, baru-baru ini.

Ia juga menambahkan bahwa jumlah produk pangan halal Korea yang masuk bahkan melampaui ekspektasi awal.
“Kami mempertimbangkan perluasan kerja sama dan penambahan produk di jaringan kami,” katanya.
Sementara itu, Direktur Ekspor Produk Pangan aT, Jeon Gi-chan, melihat tren positif dari generasi muda Muslim Indonesia.
“Belakangan ini, minat dan konsumsi terhadap produk pangan pertanian halal Korea di kalangan generasi Muslim MZ Indonesia berkembang pesat hingga ke daerah-daerah,” terang Jeon Gi-chan.
Menurutnya, promosi tak akan berhenti di pameran semata. Berbagai kegiatan pemasaran berbasis pengalaman konsumen akan terus digencarkan demi memperkuat fondasi pasar di kota-kota besar daerah.
Melihat respons pasar yang begitu tinggi, Bandung tampaknya menjadi pintu masuk strategis bagi produk halal Korea untuk menancapkan pengaruhnya lebih luas di Indonesia.