JURNAL IDN – Tak hanya berkah, Ramadhan 1447 H menjadi pembuktian bagi LAZISMU Kota Depok.
Di tengah geliat ibadah dan solidaritas sosial umat, lembaga ini sukses mencatat lonjakan signifikan dalam penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Hingga 1 Syawal 1447 H, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.430.037.720, melampaui target hingga 147 persen.
Sebuah capaian yang tak hanya mencerminkan keberhasilan angka, tetapi juga meningkatnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat.
Pasalnya, di balik angka tersebut, ada kerja kolektif yang terbangun rapi. Strategi penghimpunan berbasis masjid menjadi kunci utama.
Para relawan turun langsung mendampingi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan panitia zakat, memastikan proses berjalan tertib, transparan, serta terdokumentasi dengan baik.
Ketua LAZISMU Kota Depok, Dr. Hj. Farahdibha Tenrilemba menyebut, capaian ini sebagai hasil nyata dari kolaborasi yang solid antar elemen.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi hasil dari kolaborasi yang kuat. Kami melihat kepercayaan dari DKM dan panitia zakat masjid terus meningkat kepada LAZISMU,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan pendampingan langsung di masjid bukan hanya meningkatkan penghimpunan, tetapi juga membangun sistem yang lebih tertib dan terintegrasi. Hal ini penting untuk memastikan dana yang terkumpul dapat dikelola secara akuntabel dan tepat sasaran.
Dukungan juga datang dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok. Ketua PDM, H. Ali Wartadinata mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti komitmen dalam pelayanan umat.
“Kami mengapresiasi dedikasi Lazismu Kota Depok. Ini adalah fondasi penting untuk memperluas manfaat zakat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain relawan, peran Kantor Layanan (KL) Lazismu di berbagai titik wilayah Depok juga memperkuat jaringan penghimpunan. Koordinasi yang terjalin membuat distribusi informasi lebih merata dan menjangkau lebih banyak muzakki.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi momentum untuk melangkah lebih jauh. Lazismu Kota Depok menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan transparansi, integrasi sistem, serta kualitas penyaluran dana agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat.
Ramadhan boleh usai, namun semangat berbagi yang terbangun justru menemukan momentumnya. Dari masjid ke masyarakat, dari zakat menjadi gerakan.
Dan LAZISMU Depok sudah menunjukkan bahwa filantropi bisa menjadi kekuatan nyata untuk perubahan sosial. (DN)