JURNAL IDN – Siang itu, seorang ibu tampak tersenyum saat menerima kantong berisi sembako dan kue-kue Lebaran.
Bagi sebagian orang, isinya mungkin sederhana. Namun bagi sang ibu, itu adalah bekal menyambut hari raya. Dan lebih dari itu, tanda bahwa ia tidak sendiri.
Ya, hal itulah yang dirasakan sejumlah keluarga Mustahik di Depok usai menerima program ‘Kado Ramadhan 1447 H yang dihadirkan LAZISMU Kota Depok.
Program ini tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan rasa bahwa di tengah keterbatasan, masih ada yang peduli.
Sepanjang bulan suci, langkah-langkah kebaikan itu sebenarnya sudah dimulai sejak awal. Melalui Program Taman Lansia, LAZISMU yang menyapa mereka yang kerap luput dari perhatian, para orang tua yang menjalani hari dengan kesunyian. Ada obrolan, ada tawa kecil, dan ada rasa dihargai yang kembali tumbuh.
Di jalan-jalan kota, Tebar Takjil menjadi wajah lain dari kepedulian. Makanan berbuka dibagikan tanpa banyak tanya, kepada siapa saja yang membutuhkan.
Sementara melalui Back to Masjid, denyut kehidupan Ramadhan kembali terasa di ruang-ruang ibadah, tempat orang-orang berkumpul, berdoa, dan saling menguatkan.
Dan ‘Kado Ramadhan’ menjadi penutup yang paling membekas. Ia hadir bukan di ruang publik, melainkan langsung di depan pintu rumah. Lebih dekat, lebih personal, dan lebih menyentuh.
Dijelaskan Ketua Badan Pengurus LAZISMU Kota Depok, Dr Hj Farah Dibha Tenrilemba, M.Kes, Ramadhan selalu menghadirkan pelajaran tentang arti berbagi yang sesungguhnya.
“Kadang kita tidak menyadari, hal kecil yang kita berikan bisa menjadi sangat besar bagi orang lain. Di situlah letak makna Ramadhan, menghadirkan kebahagiaan, meski lewat cara yang sederhana seperti sembako dan kue-kue lebaran di meja keluarga serta senyum anak-anak yang menyambut Idul Fitri,” ujarnya di Depok, Senin (16/3).
Dan di balik setiap paket yang dibagikan, ada debuah kepercayaan yang dijaga. Manajer Area LAZISMU Depok, Hj Inawati Neih menegaskan, bahwa semua yang disalurkan adalah amanah dari para muzaki.
“Kami hanya perantara. Tapi kami ingin memastikan, setiap amanah itu benar-benar sampai dan memberi arti bagi penerimanya,” ucapnya.
Suasana penyaluran pun terasa semakin teduh dengan tausiyah dari Ustadz Mahfan Khalilurrahman. Ia mengingatkan bahwa ibadah tidak berhenti pada diri sendiri.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk melihat sekitar. Ketika hati kita tergerak untuk berbagi, di situlah puasa menemukan maknanya,” tuturnya.
Program ini mungkin tidak mengubah segalanya. Tapi ia mengubah sesuatu yang penting: perasaan. Dari cemas menjadi lebih tenang, dari sepi menjadi lebih hangat.
Dan di ujung Ramadhan ini, LAZISMU Kota Depok kembali mengingatkan, bahwa berbagi tidak selalu harus besar. Cukup hadir, cukup peduli, karena dari situlah kebahagiaan bisa mulai tumbuh. (DN)