JURNAL IDN – Kalau dulu mahasiswa takut wisuda karena takut nganggur, kini ceritanya beda. Asta Cita Prabowo-Gibran mencoba membuktikan negara hadir menjawab keresahan itu.
Hal itu ditegaskan Eks Koordinator Pusat BEM SI 2025/2026, Muzammil Ihsan. Mantan Ketua BEM USU yang kini menjadi Deklarator Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA) itu menyebut Asta Cita bukan sekadar 8 visi di atas kertas.
“Setiap kali wisuda tiba, pertanyaan terbesar yang membayangi mahasiswa sebenarnya sederhana: setelah lulus nanti, kita mau kerja di mana dan kerjanya seperti apa? Pelaksanaan Asta Cita terbukti menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjawab ketidakpastian masa depan anak muda tersebut,” ujar Muzammil, baru-baru ini.
Muzammil membeberkan fakta yang tidak bisa dibantah oposisi: TPT per Mei 2026 tembus 4,65 persen, terendah sejak 1994.
Itu buah dari kebijakan berani: UMP 2025 naik 6,5 persen, UU PPRT yang puluhan tahun mandek akhirnya disahkan, utang macet 1 juta UMKM diputihkan, 350 ribu rumah subsidi FLPP, 100 ribu lulusan S1 magang digaji UMR, ojol dapat bonus hari raya, hingga ratusan ribu lapangan kerja baru dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Keberhasilan pelaksanaan Asta Cita ini patut kita syukuri dan apresiasi bersama,” tegasnya.
PEMIRA, kata dia, akan mengawal habis sampai 2045.
“Kami sangat optimis, jika komitmen dan keberhasilan Asta Cita ini terus dijaga, pada tahun 2045 kelak saat Indonesia genap berusia 100 tahun tidak ada lagi pengangguran di negeri ini.” ujarnya.
“Dampaknya terlihat nyata dari data resmi BPS. Keberhasilan pelaksanaan Asta Cita ini patut kita syukuri,” kata Deklarator PEMIRA itu.
Muzammil menegaskan PEMIRA akan jadi pengawal setia visi Prabowo.
“Sebagai bagian dari PEMIRA, kami berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan Presiden Prabowo agar arah dan visi Asta Cita ini tetap berada di jalur yang benar.”
Tujuannya satu: 2045, nol pengangguran. Indonesia Emas bukan mimpi. (DN)