Jurnal IDN – Film horor terbaru Dusun Mayit bukan hanya menyuguhkan teror di layar, tetapi juga menghadirkan pengalaman mencekam sejak proses syuting dimulai.
Berlokasi di kawasan pegunungan dan hutan lebat, suasana alam yang sunyi dan ekstrem menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita horor yang dihadirkan.
Lokasi syuting yang jauh dari pemukiman membuat para pemain dan kru benar-benar merasakan keterasingan. Medan terjal, udara dingin, serta minimnya akses cahaya di malam hari menciptakan atmosfer tegang yang kerap terbawa hingga ke proses pengambilan gambar.
Produser Rocky Soraya sengaja memilih lokasi alam terbuka untuk menghadirkan kesan nyata. Menurutnya, suasana mencekam justru muncul secara alami tanpa perlu dibuat-buat.
“Lokasi ini punya karakter kuat. Begitu masuk ke area hutan dan gunung, rasa tidak nyaman langsung terasa. Itu yang kami manfaatkan untuk membangun ketegangan,” ujar Rocky.
Pemilihan lokasi ekstrem tersebut membuat akting para pemain terasa lebih hidup. Dialog dan reaksi antarkarakter mengalir natural ketika mereka mulai menyadari ada ancaman besar yang mengintai.
Ketakutan yang muncul bukan hanya berasal dari cerita, tetapi juga dari kondisi sekitar yang sunyi dan gelap.
Secara visual, Dusun Mayit memaksimalkan lanskap pegunungan dan rimbunnya hutan untuk menciptakan rasa terjebak. Kamera mengikuti perjalanan para karakter yang kelelahan, mempertegas kesan bahwa mereka berada di tempat yang salah dan sulit untuk keluar.
Sutradara Rizal Mantovani mengakui, lokasi syuting menjadi tantangan sekaligus kekuatan utama film ini. Ia menilai eksplorasi ruang alam terbuka memberi kebaruan dalam genre horor.
“Kami banyak eksplor langsung di lokasi. Tantangannya besar, tapi justru di situ muncul nuansa horor yang berbeda,” kata Rizal.
Tak hanya secara teknis, lokasi syuting juga meninggalkan kesan mendalam bagi para pemain. Sejumlah kejadian tak biasa kerap dialami selama berada di area pengambilan gambar maupun di tempat menginap. Randy Martin mengaku pernah menyaksikan kejadian aneh saat malam hari.

“Di hotel tempat kami menginap, koper di kamar tiba-tiba bergerak sendiri. Suasananya benar-benar bikin merinding,” ungkap Randy.
Ersya Aurelia pun berbagi pengalaman menyeramkan saat berada di Malang. Ia mengaku sulit tidur karena atmosfer yang terasa berat.
“Aku sampai takut lihat cermin di samping kasur. Pernah juga ketindihan dan melihat bayangan tinggi besar. Badan aku enggak bisa bergerak sama sekali,” tuturnya.
Selain itu, beberapa adegan ekstrem juga diambil di lokasi menantang, termasuk adegan underwater yang menuntut fisik dan mental pemain.
Kondisi tersebut semakin mempertegas bahwa teror Dusun Mayit tidak hanya hadir lewat cerita, tetapi juga lewat pengalaman nyata di balik layar.
Terinspirasi dari kisah para pendaki Gunung Welirang di Malang, Jawa Timur, Dusun Mayit mengangkat cerita tentang kesesatan, ketidaksiapan mental, dan konsekuensi meremehkan alam.
Diproduseri Rocky Soraya dan disutradarai Rizal Mantovani, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 31 Desember 2025.