Delapan Entertainment Studios resmi memproduksi film Begu Ganjang, film bergenre medical horror mystery yang mengangkat folklor Sumatera Utara. Diadaptasi dari novel karya dr. Ferdiriva Hamzah, film ini memadukan misteri medis dengan legenda supranatural masyarakat Batak.
Disutradarai Arwin Tri Wardhana, Begu Ganjang dibintangi Randy Pangalila, Nasya Marcella, Dwi Sasono, Alexandra Gottardo, Omara Esteghlal, Mathias Muchus, dan sejumlah aktor lainnya. Produksi dijadwalkan mulai Oktober 2026 dengan lokasi syuting di Jakarta dan Medan.
Diadaptasi dari Novel Laris
Novel Begu Ganjang pertama kali diterbitkan pada 2017 dan telah terjual lebih dari 50.000 eksemplar, serta memasuki cetakan keempat. Latar belakang Ferdiriva sebagai dokter menjadi salah satu unsur yang mempertemukan dunia medis dan folklor dalam cerita.
Film ini juga menjadi proyek Delapan Entertainment Studios, rumah produksi yang diluncurkan pada 2026 melalui sinergi dengan 8 Management. Rama Michael menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus bertugas sebagai Executive Producer dan Producer film tersebut.
“Melalui kekuatan sinergi bersama 8 Management yang telah membentuk industri hiburan dan melahirkan talenta papan atas selama dua dekade, kami berkomitmen menciptakan IP (intellectual property) lokal berstandar global,” ujar Rama.
Melalui Begu Ganjang, rumah produksi ini berupaya membawa cerita lokal Sumatera Utara ke layar lebar dengan pendekatan horor yang menggabungkan misteri, psikologi, dan dunia kedokteran.

Sinopsis Film Begu Ganjang
Film ini mengikuti Tobias atau Tobi (Randy Pangalila), seorang dokter muda yang percaya bahwa fenomena mistis dapat dijelaskan melalui ilmu pengetahuan. Namun, keyakinannya mulai goyah setelah bekerja di Rumah Sakit Rotua, Sumatera Utara.
Sejumlah pasien meninggal secara misterius, kondisi medis sulit dijelaskan, dan sosok mengerikan mulai menghantui rumah sakit tersebut. Situasi semakin berbahaya ketika Lena, kekasih Tobi yang merupakan dokter residen kejiwaan, ikut menjadi korban teror.
Tobi berusaha mengungkap kaitan berbagai kejadian itu dengan legenda Begu Ganjang. Ia pun harus menghadapi pertentangan antara logika kedokteran dan kemungkinan adanya kekuatan supranatural.